Kesadaran masyarakat terhadap makanan sehat semakin meningkat. Salah satu topik yang sering dibahas adalah makanan yang mengandung gluten dan makanan bebas gluten (gluten free). Bagi sebagian orang, memahami kandungan gluten dalam makanan menjadi penting, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti celiac disease atau sensitivitas terhadap gluten.
Namun, karena gluten sering tersembunyi dalam berbagai produk makanan, banyak orang masih bingung bagaimana cara mengenalinya. Salah satu cara sederhana untuk memahami sumber gluten adalah dengan konsep BROWS, yaitu singkatan dari lima jenis biji-bijian yang umumnya mengandung gluten.
Dengan memahami konsep ini, kita dapat lebih mudah mengenali makanan yang perlu dihindari serta mengetahui alternatif bahan makanan yang lebih aman bagi diet bebas gluten.
Apa Itu Gluten?
Gluten adalah protein alami yang terdapat pada beberapa jenis biji-bijian, terutama gandum dan keluarga serealia tertentu. Protein ini memiliki sifat elastis yang membantu adonan menjadi lentur dan mengembang saat diolah.
Karena sifat tersebut, gluten sering digunakan dalam berbagai produk makanan seperti:
- roti
- mie
- pasta
- kue
- biskuit
Dalam industri makanan, gluten membantu menciptakan tekstur yang kenyal dan struktur yang stabil pada adonan. Itulah sebabnya gandum menjadi bahan utama dalam banyak makanan populer di seluruh dunia. Namun bagi sebagian orang, konsumsi gluten dapat menimbulkan masalah kesehatan sehingga perlu dihindari.
Karena gluten sering digunakan sebagai bahan tambahan atau pengikat, membaca label komposisi pada kemasan makanan menjadi langkah penting bagi orang yang menjalani diet bebas gluten.
BROWS: Cara Mudah Mengingat Sumber Gluten
Untuk mengenali sumber gluten dengan lebih mudah, banyak ahli nutrisi menggunakan singkatan BROWS.
BROWS mewakili lima jenis biji-bijian yang umumnya mengandung gluten.
- B – Barley (Jelai)
Barley atau jelai adalah salah satu sumber gluten yang cukup umum digunakan dalam makanan dan minuman. Beberapa produk yang sering menggunakan barley antara lain:- sereal sarapan
- sup instan
- malt
- minuman fermentasi tertentu
Barley sering kali tidak disadari sebagai sumber gluten karena biasanya digunakan dalam bentuk olahan seperti ekstrak malt.
-
R – Rye (Gandum Hitam)
Rye adalah jenis biji-bijian yang masih satu keluarga dengan gandum. Rye banyak digunakan dalam pembuatan roti tradisional di beberapa negara Eropa. Produk yang biasanya mengandung rye antara lain:
- roti rye
- roti gandum hitam
- beberapa jenis cracker
Walaupun kandungan glutennya berbeda dari gandum biasa, rye tetap tidak aman bagi orang yang harus menjalani diet bebas gluten.
- O – Oats
Oats atau havermut sebenarnya secara alami tidak mengandung gluten. Namun dalam praktiknya, oats sering mengalami kontaminasi silang selama proses produksi. Kontaminasi ini bisa terjadi karena:- dipanen menggunakan alat yang sama dengan gandum
- digiling di pabrik yang juga memproses gandum
- dikemas dalam fasilitas yang tidak terpisah
Karena itu, orang yang menjalani diet bebas gluten biasanya hanya mengonsumsi oats dengan label certified gluten free.
- W – Wheat (Gandum)
Wheat atau gandum adalah sumber gluten paling umum di dunia. Banyak makanan sehari-hari yang dibuat dari tepung gandum, seperti:- roti
- mie
- pasta
- kue
- donat
- biskuit
Karena gandum sangat luas digunakan dalam industri makanan, gluten sering tersembunyi dalam berbagai produk olahan. Hal inilah yang membuat diet bebas gluten membutuhkan perhatian khusus dalam memilih makanan.
- S – Spelt
Spelt merupakan salah satu varietas gandum kuno yang masih mengandung gluten. Dalam beberapa tahun terakhir, spelt menjadi populer karena dianggap sebagai bahan yang lebih alami dibanding gandum modern. Namun penting untuk diketahui bahwa spelt tetap mengandung gluten, sehingga tidak cocok bagi orang yang harus menghindari gluten.

